Teori Laser

laserAllah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An-Nuur : 35)

Semua orang mengenal cahaya. Setiap orang bahkan tahu kegunaan dan fungsinya. Namun biasanya hanya yang umum – umum saja. Membaca, mengeringkan baju, penerangan dan kegunaan lain yang sederhana. Sampai akhirnya orang menemukan LASER, yaitu sejenis sinar yang mempunyai daya kerja luar biasa. LASER adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation yaitu penguatan cahaya dengan emisi atau penyinaran radiasi yang distimulasi. Laser memperkuat cahaya, dari berkas cahaya yang lemah dan membuatnya menjadi berkas yang kuat dengan stimulus yang terus – menerus. Laser menghasilkan berkas yang sangat kuat sehingga dapat membakar lubang kecil di dalam selembar besi dalam waktu kurang dari satu detik. Ia mampu memotong berlian seperti mengiris sesisir roti. Ia bisa memotong baja selunak memotong kayu. Bahkan operasi kedokteran dengan tingkat presisi yang tinggi, yang tidak bisa dilakukan dengan alat lain, bisa dilakukan dengan LASER ini. Padahal bahan dasarnya sinar biasa.

Laser menjadi begitu hebat dan bermanfaat sebab dia telah berubah dari sifat awalnya. Sinar laser bersifat monokromatik (memiliki satu panjang gelombang yang spesifik), koheren (semuanya pada frekuensi yang sama), dan menuju satu arah yang sama sehingga cahayanya menjadi sangat kuat, terkonsentrasi, dan terkoordinir dengan baik. Ini tentu berbeda dengan sinar lampu baca kita yang merupakan cahaya yang menuju ke segala arah dan memiliki bermacam panjang gelombang dan frekuensi (incoherent light), sehingga cahayanya sangat lemah.

Di dunia ini, setiap orang pernah menerima stimulus. Bahkan berjibun. Sayang banyak dari mereka tidak memberikan respon yang baik terhadap stimulus itu. Belajar dari fenomena cahaya ini, sudah sepantasnya kita bisa meniru cara kerja Laser. Dalam dunia nyata ada kisah menarik berikut ini sebagai bahan pembelajaran. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak di depannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur.”

Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untukku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk bangkit.

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia sudah menaklukkan tantangannya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.

Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu.” Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya, dulu aku benci padamu. Tapi, dengan izin Allah, kamulah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.

Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Di tangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Atas prestasinya ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia. Itulah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi.

Dalam perjuangan ini kita pernah tersakiti, kita sering didholimi, kita terbiasa dilecehkan, terlalu lama dihina, diremehkan bahkan dianggap sebelah mata. Daripada sakit hati, ingatlah teori laser ini. Simpanlah segala penghinaan itu. Bersyukurlah atas hinaan itu. Ubahlah semua stimulus itu menjadi tekad yang kuat, untuk membuktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka sangka. Doronglah terus tekad itu. Lipat gandakan sampai membuah hasil nyata; kita adalah orang yang baik, kita adalah orang yang hebat, kita adalah orang yang mulia. Yang senantiasa teguh berjuang dan menegakkan kalimat Allah yang luhur. Seiring firmanNya; “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imron 110).

Be Sociable, Share!
Share this:

Leave a comment