Memanjangkan sujud

sujudKali ini saya akan berbagi masalah sujud. Sama dengan tulisan terdahulu, kali ini pun tanpa bermaksud menggurui atau menyalahkan. Sama-sama belajar dan sama-sama dalam mencari pahala.

Dari Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’muri dia berkata: “Aku bertemu Tsauban, maula Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, lalu aku bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata, ‘Dengan amalan yang paling disukai Allah-,” maka dia diam. Kemudian aku bertanya lagi kepadanya, tapi dia diam. Kemudian aku bertanya kepadanya untuk yang ketiga kalinya, maka dia menjawab, “Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, maka beliau menjawab, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah. Karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan satu sujud melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan satu kesalahan darimu dengannya.” Ma’dan berkata: “Kemudian aku bertemu Abu Ad-Darda, lalu aku bertanya kepadanya, maka dia menjawabku seperti jawaban yang dikatakan Tsauban kepadaku.” (HR. Muslim no. 488)

Semuanya – insya Allah – faham dengan maksud hadits di atas. Orang yang banyak sujud – baik dengan sholat maupun sujud lainnya, akan diangkat derajatnya dan dihapus dosanya. Dengan kata lain, inilah dasar amalan memperbanyak sujud untuk memperoleh keutamaan dari Allah hingga akhirnya berbalas surge. Dengan kata lain, orang akan mendapatkan banyaknya sujud jika dia memperbanyak sholat. Sebab di dalam rangkaian ibadah sholat terdapat dua kali sujud dalam satu rekaat. Namun, jika hanya mengandalkan sholat wajib berarti hanya 34 kali sujud per hari. Itu adalah keadaan standard dari sholat wajib 5 waktu yang hanya 17 rekaat. Maka angka tersebut belum dikatakan memperbanyak sujud.

Nah, tentunya harus dilakukan penambahan dengan sholat – sholat sunah di luar sholat wajib. Boleh sunnah rowatib yang menyertai sholat wajib, sebelum atau sesudah sholat wajib. Jumlahnya bisa sampai 22 rekaat atau 44 sujudan. Atau lewat sholat malam atau tahajud dengan 11 rekaat atau lebih sesuai kemampuan.  Pilihan lainnya bisa dengan sholat dhuha yang 12 rekaat, sholat hajat, syukur wudhu, sholat tasbih atau sholat sunnah yang lain. Atau bisa juga dengan bentuk sujud lain di luar sholat seperti sujud tilawah atau sujud syukur. Jadi arti memperbanyak sujud, dengan penjelasan di atas, dimaksudkan untuk memperbanyak sholat sunah, dimana di dalamnya terdapat 2 sujud setiap rekaat.

Dari Abi Hurairah, katanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekat-dekat seorang hamba kepada Rabb-nya ialah ketika dia sujud. Karena itu perbanyaknyalah doa (dalam sujud).” (HR. Muslim)

Dalil ini menunjukkan arti pentingnya sujud. Memperkuat dalil di atas, atsar ini menegaskan memperlama sujud, sebab ada anjuran memperbanyak doa di dalam sujud. Semakin panjang doa yang dibaca berarti semakin lama sujudnya. Sebab yang dibaca semakin banyak. Setiap kali sujud, setiap melakukan sujud dibaca doa-doa yang banyak dan berulang. Begitu maksudnya. Namun tidak ada kekhususan hanya sujud terakhir saja di dalam sholat. Akan lebih jelas lagi jika kita menyimak hadits di bawah ini.

Al-Barra` bin ‘Azib berkata mengenai shalat Rasulullah, “Rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud, semuanya hampir sama ( lama dan tumaninahnya ).” ( HR Bukhari dan Muslim ).

Shahabat Al-Barra bin Azib menjelaskan dengan gamblang, perkiraan lama ruku, i’tidal, sujud dan duduk di antara dua sujud yang dilakukan Rasulullah SAW, dengan satu kesimpulan lamanya sama. Jadi tidak ada beda antara sujud yang satu dengan sujud yang lain. Juga antara sujud rekaat yang satu dengan rekaat yang lain dalam satu waktu sholat. Bahkan lama sujud sama dengan lama ruku’ dan i’tidal, juga duduk diantara dua sujud.

Dengan demikian, arti memanjangkan sujud ialah memanjangkan doa-doa sujud setiap kali sujud atau memperbanyak doa-doa ketika sujud tanpa membedakan antara sujud yang satu dengan sujud lainnya. Jadi kalau masih ada yang hanya memanjangkan sujud di sujud terakhir, rekaat terakhir, ketika sholat mungkin maksudnya ingin mempraktikkan arti memperpanjang sujud ini. Kalau boleh saran, lakukanlah memperpanjangnya tidak hanya di rekaat terkahir dan sujud terakhir, tetapi lakukanlah di setiap kali sujud. Jangan dibedakan, agar sesuai (mencocoki) sunnah.

Be Sociable, Share!
Share this:

Leave a comment