Doa Iftitah

iftitahKalau ada yang bertanya seberapa sering anda membaca doa iftitah? Jawabannya tentu bermacam – macam, tergantung seberapa sering seseorang melakukan sholat. Kalau hanya sholat wajib thok – thil, nggak ditambah dengan yang lain, berarti ya cuma 5 kali dalam sehari – semalam. Berbeda jika seseorang sering melakukan sholat – sholat sunnah, jawabnya tentu lebih dari 5 kali, bisa 6, 11, 17, dst.

Doa iftitah mana yang sering anda baca? Saya menebak jawaban pertanyaan ini pasti agak seragam. Kebanyakan adalah doa iftitah yang pendek, mudah dihafal dan mencukupi; ..allaahu akbar kabiiraa, wa subhaanallaahi bukrotan wa ashiilaa… Saya pikir, jarang yang mempraktekkan yang panjang – panjang, apalagi susah dihapal, lagi membingungkan. Yang pendek aja ada, ngapain cari susah. Agama kan mudah. Yak, tul.

Saya punya pengalaman menarik mengenai doa iftitah ini. Bagi saya doa iftitah mana saja yang anda baca bukan masalah. Soalnya sholatnya tetap sah. Tak ada pengkhususan dalam doa iftitah ini, walaupun beberapa atsar ada yang memberikan penjelasan tambahan, bahwa doa iftitah ini dibaca waktu sholat wajib, yang ini dibaca ketika sholat sunnah dan ini dibaca waktu sholat lail, baca doa iftitah mana saja tetap ok adanya. Tetapi, ternyata saya menemukan hal berbeda sehubungan dengan doa iftitah ini. Bukan masalah sah – tidak sahnya, melainkan penjiwaan dan penghayatan yang mendalam ketika membacanya. Tidak hanya mendapatkan kekhusyukan, lewat pengkayaan ini timbul semangat melakukannya lagi dan lagi. Hasilnya semakin getol dan ngimel merindukan untuk bisa membacanya/ mempraktekkannya.

Saya cuma hafal 3 macam doa iftitah dari sekian banyak versi yang ada. Kurang lebih ada 11  macam contoh dari Nabi SAW. Dari ketiga doa ini, kebetulan saya hafal yang paling pendek tentunya, kemudian yang sedang dan satu lagi yang ternyata paling panjang. Dulu tak sengaja saya menghafalkannya, karena merasa tertantang dan merasa ada yang statis setiap kali sholat, masak itu – itu thok yang dibaca. Dan setelah beberapa waktu mencoba mengamalkannya ada kepuasan tersendiri. Terlebih menghayati artinya. Hidup ini semakin indah dan menarik, penuh warna dan keberagaman walau hanya dalam sholat.

Pertama, doa iftitah ini: …Alloohu akbaru kabiiroo, wal-hamdu-lillaahi ka-tsiiroo, wasub-haanalloohi buk-rotaw-wa-ashiilaa. (Allooh Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan Maha Suci Allah pagi dan petang hari).

Seorang laki-laki di antara para sahabat mengucapkan do’a ini, lalu Rosulullooh SAW bersabda, “Aku kagum dengannya dan dibukanya pintu-pintu langit dengannya. (Rowahu Muslim dan Abu ‘Uwanah). Dalam hadist lain diriwayatkan Abu Na’im dari Jabir bin Muth’im bahwasanya Rosulullooh SAW mengatakan hal itu dalam sholat sunnat. Seiring dengan atsar di atas, saya juga membacanya ketika sholat – sholat sunnah saja, terutama sholat sunah rowatib. Akan tetapi, saya juga terkadang membacanya ketika sholat wajib.

Kedua, doa iftitah ini;…Alloohumma baa’id-bainii wabaina kho-thoo-yaaya kamaa baa’adta bainal-masy-riqi walmagh-ribi. Alloohumma naq-qinii min kho-thooyaaya kamaa yunag-qots-tsawbul-ab-yadhu minad-danasi. Alloohummagh-silnii min khothooyaaya bil-maa-i wats-tsalij walbarodi.

(Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan salju dan embun. (Rowahu Bukhori, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah). Do’a ini saya baca ketika menjalankan sholat wajib.

Ketiga, doa iftitah ketika qiyamul-lail. …Alloohumma lakal-hamdu, an-ta nuurus-samaawaati wal-ar-dhi, walakal-hamdu, an-ta qoy-yaamus-samaawaati wal-ar-dhi, walakal-hamdu, an-ta  robbus- samaawaati wal-ar-dhi waman-fiihinna, an-ta haqq, wa wa’duka haqq,….
Ya Alloh segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit dan bumi. Dan segala puji bagi Engkau. Engkau penjaga dan pemelihara langit dan bumi Dan segala puji bagi Engkau, Engkau raja langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya. Engkau Maha Benar, janjiMu Benar…., (Rowahu Bukhori, Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr dan Ad-Darimi). Do’a ini dibaca Rosulullooh SAW di dalam sholat lail.

Tanpa bermaksud menggurui, tanpa bermaksud menyepelekan, tanpa bermaksud pamer bin riya, apalagi sok – sokan: orang bilang jarkoni, bagi yang punya problem dalam meningkatkan ibadah sholat sunnahnya, cobalah kiat ini. Insya Allah seperti yang saya rasakan ada keindahan yang mengemuka, muncul ke permukaan dan meresap ke dalam sanubari. Ada nuansa indah disebaliknya dan sejuta nikmat ketika telah melakukannya, apalagi jika sudah sampai mendawamkannya. Rasa rindu itu datang begitu saja, tiba – tiba menggoda, tatkala 1/3 malam menyapa. Mudah – mudahan dengan semangat berbagi ini, saling mengingatkan karena Allah, Allah memberi kemanfaatan dan kebarokahan. Tanpa bermaksud ngendon – ngendoni ataupun menyusahkan. Amin.

Seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, sembari berjalannya waktu saya mengerti, kenapa begitu banyak contoh dari Nabi SAW bacaan iftitah ini. Tak lain adalah tawaran sejuta jalan meraih keindahan dalam ibadah kepada Ilahi robbi. Membuang kebosanan dan memendam keluhan – keluhan. Bagi yang mau mencoba dipersilahkan, bagi yang telah menemukan jalan keindahan teruskan. Jangan terjebak dalam kebimbangan. Agama ini mudah, agama ini indah, ketika kita menemukan jalanNya. Akhirnya, semua toh sama saja – mencari pahala menuju surga.

Semoga bermanfaat.

Be Sociable, Share!
Share this:

Leave a comment